Apa yang kamu ketahui mengenai MEA ? Semua pasti
tahu MEA adalah masyarakat ekonomi asean, tapi tahukah kamu makna/arti dibalik
kata tersebut. Disini saya akan memaparkan mengenai MEA.
A. Pengertian
MEA
1. Pengertian
Masyarakat Ekonomi ASEAN
Secara umum, Masyarakat Ekonomi
ASEAN diartikan sebagai sebuah masyarakat yang saling terintegrasi satu sama
lain (maksudnya antara negara yang satu dengan negara yang lain dalam lingkup
ASEAN) dimana adanya perdagangan bebas diantara negara-negara anggota ASEAN
yang telah disepaki bersama antara pemimpin-pemimpin negara-negara ASEAN untuk
mengubah ASEAN menjadi kawasan yang lebih stabil, makmur dan kompetitif dalam
pembangunan ekonomi.
2.
Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN menurut ASEAN.ORG
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) merupakan
tujuan dari integrasi ekonomi regional kawasan Asia Tenggara yang diberlakukan
pada tahun 2015. Karakteristik MEA sendiri meliputi: (1) berbasis pada pasar
tunggul dan produksi, (2) kawasan ekonomi yang sangat kompetitif, (3) wilayah
pembangunan ekonomi yang adil, dan (4) kawasan yang begitu terintegrasi dalam
hal ekonomi global.
3.
Pengertian Pengertian Masyarakat Ekonomi ASEAN
menurut Wikipedia
Halaman Wikipedia memberikan pengertian Masyarakat Ekonomi
ASEAN sebagai sebuah integrasi ekonomi ASEAN dalam menghadapi perdagangan bebas
yang berlaku diantara negara-negara anggota ASEAN. Hal tersebut karena para
pemimpin negara ASEAN telah menyepakati perjanjian ini. Masyarakat Ekonomi
ASEAN (MEA) dirancang untuk mewujudkan Vision ASEAN ditahun 2020.
Jadi, dapat ditarik kesimpulan bahwa MEA adalah suatu
kelompok masyarakat dalam lingkup ASEAN yang bekerja sama sesuai kesepakatan
untuk mencapai pembangunan ekonomi yang lebih baik.
Karakteristik
masyarakat ekonomi ASEAN
Masyarakat Ekonomi
ASEAN (MEA) adalah realisasi tujuan akhir dari integrasi ekonomi yang dianut
dalam Visi 2020, yang didasarkan pada konvergensi kepentingan negara-negara
anggota ASEAN untuk memperdalam dan memperluas integrasi ekonomi melalui
inisiatif yang ada dan baru dengan batas waktu yang jelas. dalam mendirikan
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA), ASEAN harus bertindak sesuai dengan
prinsip-prinsip terbuka, berorientasi ke luar, inklusif, dan berorientasi pasar
ekonomi yang konsisten dengan aturan multilateral serta kepatuhan terhadap
sistem untuk kepatuhan dan pelaksanaan komitmen ekonomi yang efektif berbasis
aturan.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membentuk ASEAN sebagai pasar dan basis produksi tunggal membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif dengan mekanisme dan langkah-langkah untuk memperkuat pelaksanaan baru yang ada inisiatif ekonomi; mempercepat integrasi regional di sektor-sektor prioritas; memfasilitasi pergerakan bisnis, tenaga kerja terampil dan bakat; dan memperkuat kelembagaan mekanisme ASEAN. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Pada saat yang sama, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan mengatasi kesenjangan pembangunan dan mempercepat integrasi terhadap Negara Kamboja, Laos, Myanmar dan VietNam melalui Initiative for ASEAN Integration dan inisiatifregionallainnya.
Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan membentuk ASEAN sebagai pasar dan basis produksi tunggal membuat ASEAN lebih dinamis dan kompetitif dengan mekanisme dan langkah-langkah untuk memperkuat pelaksanaan baru yang ada inisiatif ekonomi; mempercepat integrasi regional di sektor-sektor prioritas; memfasilitasi pergerakan bisnis, tenaga kerja terampil dan bakat; dan memperkuat kelembagaan mekanisme ASEAN. Sebagai langkah awal untuk mewujudkan Masyarakat Ekonomi ASEAN. Pada saat yang sama, Masyarakat Ekonomi ASEAN (MEA) akan mengatasi kesenjangan pembangunan dan mempercepat integrasi terhadap Negara Kamboja, Laos, Myanmar dan VietNam melalui Initiative for ASEAN Integration dan inisiatifregionallainnya.
B. Tantangan
Indonesia menghadapi MEA
1. Laju inflasi
Laju inflasi Indonesia masih tinggi bila
dibandingkan dengan negara anggota ASEAN lainnya. Tingkat kemakmuran
Indonesia masih lebih rendah dibandingkan dengan negara lain dan juga
stabilitas makro menjadi kendala peningkatan daya saing Indonesia.
2.
Laju
Peningkatan Ekspor dan Impor
Kinerja ekspor
selama periode 2004-2008, Indonesia berada diurutan ke-4 setelah Singapura,
Malaysia dan Thailand. Sedangkan untuk impor, Indonesia sebagai importer
tertinggi ke-3 setelah Singapura dan Malaysia, ini merupakan tantangan yang
serius karena Indonesia masih saja tertinggal terhadap beberapa Negara ASEAN.
Jika hal ini dibiarkan maka para pelaku usaha dari sektor industri akan gulung
tikar. Hal ini bisa diselamatkan dengan kebijakan pemerintah melalui
perpajakan, dengan cara menaikkan tarif impor bagi negara lain yang akan
memasarkan produknya di Indonesia dan menurunkan tarif pajak untuk
produk-produk dalam negeri, guna menyelamatkan sektor industri.
3. SDM
Hard skill dan soft skill tenaga kerja Indonesia harus ditingkatkan minimal
memenuhi ketentuan standar yang telah disepakati. Untuk itu, Indonesia harus
dapat meningkatkan kualitas tenaga kerjanya sehingga bisa digunakan baik di
dalam negeri maupun intra- ASEAN.
4. Kedaulatan Negara
Kewenangan suatu negara untuk menggunakan kebijakan
fiskal, keuangan dan moneter untuk mendorong kinerja ekonomi dalam negeri akan
dibatasi dengan adanya integrasi ekonomi ASEAN.
Strategi Menghadapi Asean Economic Community 2015
Beberapa langkah strategis yang dapat
dilakukan pemerintah maupun masyarakat dalam menghadapi MEA di antaranya :
1. Sosialisasi Besar-Besaran
Upaya sosialisasi
ini masih belum merata. Hanya terbatas kalangan tertentu. Bisa dibilang, hanya kalangan menengah ke atas. Sedangkan,
masyarakat awam ke bawah tidak begitu mengenalnya. Perlu diadakan sosialisasi
bagi masayrakat menengah ke bawah.
2. Pemberdayaan
Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM)
UMKM merupakan
sektor ekonomi nasional yang sangat strategis dalam pembangunan ekonomi
kerakyatan. Pemberdayaan ini dapat menciptakan iklim usaha dan mengurangi
ekonomi biaya tinggi. Pemberdayaan UMKM sangat diperlukan untuk meningkatkan
daya saing ekonomi.
2. Peningkatan Kualitas Sumber
Daya Manusia (SDM)
SDM merupakan hal yang paling krusial dalam menghadapi
MEA. SDM yang berkualitas akan mampu bersaing dan kuat menghadapi tantangan.
Peningkatan kualitas SDM misalnya dengan pelatihan bahasa. Bahasa sangat penting
dalam peranan persaingan global.
MEA dalam bidang pertanian
Pemberlakuan
MEA, bisa menjadi ancaman tetapi bisa juga menjadi peluang bagi dunia pertanian
Indonesia. Dengan adanya mea ini bisa
digunakan sebagai ajang pemanasan dalam menghadapi perdagangan bebas APEC 2020
nantinya yang dianggap lebih berat tantangannya daripada MEA 2015.
Tetapi
petani Indonesia juga layak khawatir dikarenakan dengan pemberlakuan MEA maka
hal ini sangat dekat dengan persaingan yang terbuka. Apabila tidak dipersiapkan
secara optimal bisa jadi Indonesia hanya sebagai penonton/pasar bagi produk
pertanian negara ASEAN lainnya. Sebenarnya persaingan merupakan hal yang wajar
bila dilakukan dengan cara profesional, artinya produk pertanian Indonesia juga
harus siap berkompetisi dengan produk luar yang akan masuk nantinya, baik dari
segi mutu maupun harga jual. Karena itu peningkatan daya saing merupakan hal
yang sangat mendesak untuk dilakukan. Produk pertanian yang dihasilkan
sebaiknya adalah yang mempunyai value added tinggi, kompetitif, disukai
konsumen atau laku di pasar, dan ada setiap saat dibutuhkan sehingga dapat
dijadikan andalan di pasar regional maupun global.
Lalu
upaya-upaya apa saja yang sekiranya bisa ditempuh agar petani di Indonesia
dalam rangka menghadapi pemberlakuan MEA 2015, diantaranya adalah :
- Pemerintah dan pihak-pihak terkait harus segera menganalisa kekuatan dan kelemahan di sektor pertanian dan membuat rumusan.
- Perlu adanya sosialisasi intensif mengenai pemberlakuan MEA dan strategi untuk menghadapinya, kepada petani yang dibuat dengan bahasa sederhana agar mudah diterima petani.
- Menjalin kerjasama/kemitraan dan jejaring pasar secara nasional. Harus ada kemitraan yang kuat antar wilayah-wilayah pertanian di Indonesia. Serta perlu pengembangan sentra/daerah kawasan dengan komoditas spesifik lokasi.
- Membangun rasa cinta/semangat nasionalisme terhadap produk pertanian nasional.
- Menerapkan standar mutu internasional dalam rangka peningkatan kualitas produk, kuantitas dan kontinuitas.
Harapannya
dengan persiapan yang tepat maka produk pertanian Indonesia akan tetap eksis
tidak kalah bersaing dengan produk pertanian dari negara ASEAN lainnya.
Sumber :
http://sukasosial.blogspot.com/2015/08/masyarakat-ekonomi-asean.html
diakses tgl 12 oktober
http://seputarpengertian.blogspot.co.id/2014/08/Pengertian-karakteristik-masyarakat-ekonomi-asean.html
diakses tanggal 12 Oktober
http://www.distan.banggaikab.go.id/index.php/artikelmenu/47-persiapan-sektor-pertanian-dalam-menghadapi-pemberlakuan-aec-2015
diakses tgl 12 oktober
peluang atau tantangan indonesia menuju aec oleh Dian Wahyudin
Tidak ada komentar:
Posting Komentar