
Tuntutan konsumen dalam pertanian masa depan
Pangan sangat dibutuhkan manusia di
berbagai belahan dunia,tidak terkecuali dengan
negara kita sendiri. Di negara kita sendiri , Indonesia menempati jumlah
penduduk terbanyak nomer 4 di dunia. Apakah mungkin dengan lahan dan waktu yang
sempit,dapat mencukupi kebutuhan pangan mereka ?
Untuk menjawab pertanyaan itu ,
diperlukan suatu inovasi dan ide kreatif
supaya bisa memanfaatkan lahan minimal menjadi produk maksimal. Keberadaan
teknologi informasi dan komunikasi saat ini yang semakin maju, dapat kita
manfaatkan untuk mengolah lahan pertanian. Sehingga dapat menciptakan produk
optimal dengan masa tanam yang singkat. Tanpa menunggu waktu musim, produk
dapat di nikmati oleh konsumen kapan saja.
Selain itu, konsumen modern sangat
menginginkan pangan dengan tampilan bersih,rapi,dan organic. Petani Indonesia,
bisa saja mengolah pestisida organic, dengan sedikit atau hampir tidak ada
bahan kimiawi.

1. Pengembangan Sumberdaya Manusia. Pengembangan SDM
pertanian tidak hanya dilakukan untuk meningkatkan kemampuan dalam penerapan
teknologi pertanian, tetapi juga untuk meningkatkan motivasi dan persepsi
tentang pertanian modern, dan juga untuk perbaikan moral, transformasi tradisi
dan kultur menjadi pertanian berbudaya industri.
2. Peningkatan Produktivitas dan Efisiensi. Produktivitas
dan efisiensi dapat ditingkatkan antara lain dengan penerapan teknologi yang
tepat. Untuk mendukung hal tersebut diperlukan sarana dan prasarana yang
memadai, antara lain adalah: peta perwilayahan komoditas, sumber air irigasi
yang mencukupi dll
3. Usaha untuk Kemandirian Pangan.
Strategi kemandirian pangan diarahkan pada pemenuhan pangan nasional secara
mandiri berdasarkan sumberdaya alam, kemampuan produksi dan kreativitas
masyarakat. Keanekaragaman pangan ditingkatkan baik sumber maupun bentuk dan
citarasa hasil olahan dengan basis tepung sebagai produk antara bahan pangan.
4. Pengelolaan Lingkungan Hidup yang Produktif dan
Lestari. Pengelolaan lingkungan hidup yang produktif dan lestari diarahkan
untuk terpeliharanya daya dukung lingkungan dengan produktivitas yang tinggi
secara berkelanjutan, keaneka ragaman hayati serta keseimbangan interaksi
antara semua unsur dan faktor lingkungan.

Pola Pertanian pada Masa Depan
Pertanian konvensional adalah pertanian seperti yang dilakukan oleh sebagian besar petani di seluruh dunia saat ini. Pertanian ini mengandalkan input dari luar sistem pertanian, berupa energi, pupuk, pestisida untuk mendapatkan hasil pertanian yang produktif dan bermutu tinggi. Pada masa yang akan datang sistem pertanian ini akan lebih ramah lingkungan bersamaan dengan lebih banyak input teknologi. Kemajuan itu antara lain berupa: Digunakannya varietas-varietas tanaman yang lebih produktif, lebih bermutu, lebih tahan atau toleran pada hama dan penyakit utama, lebih tahan pada kekurangan air dan hara, serta dapat berproduksi tinggi pada lahan-lahan marginal dan penggunaan pupuk akan lebih bijaksana, tidak berlebih, berdasarkan kebutuhan riel tanaman, tidak banyak yang tercuci dan mencemari lingkungan.
Pertanian Konservasi Pada
pertanian konservasi, prinsip utamanya adalah pertanian yang
mengandalkan dan berusaha mempertahankan kelestarian alam. Dengan
pertanian konservasi diusahakan agar tidak terlalu banyak gangguanan
ekosistem dalam alam pertanian. Pertanian ini lebih mengandalkan
mekanisme ekobiologi dari alam sehingga input yang diberikan pada sistem
pertanian ini diusahakan serendah mungkin. Kalaupun itu diberikan, maka
input tersebut berupa bahan-bahan organik alamiah yang bukan hasil
budaya. Studi ekofisiologi akan memegang peran penting dalam
meningkatkan produktivitas dan kelestarian sistem ini.
Pertanian Teknologi Tinggi juga akan meningkat pada masa depan. Pertanian ini akan sangat produktif, produknya bermutu tinggi, aman, kandungan gizi dan zat berkhasiat yang ada di dalamnya bisa diatur sesuai kebutuhan. Karena itu, pertanian ini memerlukan input tinggi, baik berupa teknologi, bahan-bahan kimia maupun energi.
Pertanian Teknologi Tinggi juga akan meningkat pada masa depan. Pertanian ini akan sangat produktif, produknya bermutu tinggi, aman, kandungan gizi dan zat berkhasiat yang ada di dalamnya bisa diatur sesuai kebutuhan. Karena itu, pertanian ini memerlukan input tinggi, baik berupa teknologi, bahan-bahan kimia maupun energi.
Sumber
Bagus bagus
BalasHapus